Senin, 10 Oktober 2016

Materi Pidato

3.2   Membaca Nyaring Teks Pidato dengan Intonasi yang Tepat
a.  Pengertian pidato
b.    Macam-macam pidato
c. Teknik/kiat pidato agar menarik
d.  Menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan saat membaca naskah pidato

KONSEP PIDATO:
Bentuk perbuatan berbicara di hadapan massa tertentu dengan tujuan tertentu

Macam-macam Pidato dari Segi Isi:
a. persuasi/memengaruhi
b. argumentasi/menyampaikan pendapat menyakinkan
c. informatif/memberi pengetahuan
d. rekreasi/menghibur pendengar
e. deskriptif/melukiskan keadaan

Macam-macam Teknik Pidato
1. impromtu 
2. naskah     
3. memoriter
4. ekstemporan

Teknik Impromtu yakni pidato tanpa persiapan/ mendadak.
Contoh: saat  menghadiri pesta dan tiba-tiba dipanggil untuk menyampaikan pidato.

Keutungan :
1) Lebih dapat mengungkapkan perasaan pembicara yang sebenarnya;
2) Gagasan dan pendapatnya datang secara spontan, sehingga tampak segar dan hidup;
 3) Impromtu memungkinkan pembicara terus berpikir.

Kerugian Teknik Impromtu:
1)  Dapat menimbulkan kesimpulan yang mentah;
2)  Mengakibatkan penyampaian yang tidak lancar,
3)  Gagasan yang disampaikan bias acak-acakan dan ngawur,
4)   Karena tiadanya persiapan, kemungkinan “demam-panggung”

Strategi Menghadapi Pidato Impromtu :

1) Pikirkan dahulu teknik permulaan pidato yang baik. Misalnya: Cerita, bandingan, Ilustrasi       dsb;
2) Tentukan system organisasi pesan. Misalnya: Susunan kronologis, kerangka social ekonomi-      politik, hubungan teori dan praktek,
3) Pikirkan teknik menutup pidato yang mengesankan. 

Teknik Manuskrip/ dengan Naskah yakni;
Membacakan pidato bukan menyampaikan pidato, biasanya dipakai oleh: tokoh nasional, ilmuwan dalam melaporkan penelitiannya atau pidato radio dan Khutbah Jumat 

Keuntungan :
 1) Kata-kata dapat dipilih sebaik-baiknya, sehingga dapat menyampaikan arti yang tepat        dan pernyataan yang gambling,
 2) Pernyataan dapat dihemat karena manuskrip dapat disusun kembali,
 3) Kefasihan berbicara dapat dicapai, karena kata-kata sudah dipersiapkan,
 4) Hal-hal yang ngawur/menyimpang dapat dihindari,
 5) Manuskrip dapat diterbitkan atau diperbanyak.

Kerugian Teknik Naskah:
1)  Komunikasi pendengar akan berkurang karena pembicara tidak berbicara langsung        kepada pendengar,
2)  Pembicara tidak melihat pendengar dengan baik, sehingga akan kehilangan gerak           dan bersifat kaku,
3) Umpan balik dari pendengar tidak dapat mengubah, memperpendek atau                          memperpanjang pesan,
4)   Pembuatannya lebih lama da sekedar menyiapkan garis-garis besarnya saja.

Strategi Membuat Pidato Manuskrip :
 1) Susunlah lebih dahulu garis-garis besarnya dan siapkan bahan-bahannya,
      2) Tulislah manuskrip seakan-akan Anda bicara. Gunakan gaya percakapan yang lebih            informal dan langsung,
       3) Baca naskah berkali-kali sambil membayangkan pendengar,
       4) Hafalkan sekadarnya sehingga Anda dapat lebih sering melihat pendengar,
       5) Siapkan manuskrip dengan ketikan besar, tiga spasi dan batas pinggir yang luas

Teknik Memoriter
Teknik Memoriter berpidato dengan cara  menyampaikan pesan pidato ditulis dan diingat kata-demi kata/menghafal.
 Keuntungan :
 1) ungkapan tepat,
 2) organisasi yang berencana,
 3) pemilihan bahasa yang teliti,
 4) gerak dan isyarat yang diintegrasikan dengan uraian

Kerugian Teknik Memoriter
1) Kurang terjalin hubungan antara pesan dan pendengar,
      2) Memerlukan banyak waktu dalam persiapan,
      3) Kurang spontan,
      4) Perhatian beralih dari kata-kata kepada usaha mengingat,
      5) Bahaya terbesar akan timbul bila satu kata atau lebih hilang dari ingatan 

Teknik Ekstemporan

Pidato yang sudah dipersiapkan garis besar dan pokok bahasan, tetapi pembicara tidak berusaha mengingatnya kata demi kata.

Keuntungan :
1)  Komunikasi pembicara dengan pendengar lebih baik karena pembicara berbicara langsung     kepada khalayak,
2) Pesan dapat fleksibel untuk diubah sesuai dengan kebutuhan,
3)  Penyajian lebih spontan

Kerugian :
1) Persiapan kurang baik bila dibuat terburu-buru;
2) Pemilihan bahasa yang jelek;
3) Kefasihan yang terhambat karena kesukaran memilih kata denga segera;
4) Kemungkinan menyimpang dari out-line;
5)  Tidak dapat dijadikan bahan penerbitan.

Teknik/kiat pidato agar menarik
a.   Pilih topik yang sesuai dengan kondsi pendengar
b.  Selingi humor yang positif

Faktor Pendukung keberhasilan Pidato
a. persiapan secara matang
b. suara/vokal harus tepat
c.   didukung dengan gerak-gerik/mimik yang tepat
d.  Penampilan yang rapi dan meyakinkan


Hal-hal yang perlu diperhatikan saat membaca  naskah pidato
Prosodi yang berupa:
1. pelafalan
2. nada
3. tempo
4. jeda
5. intonasi

Rabu, 05 Oktober 2016

MATERI PUISI LAMA

6.1  Menanggapi pembacaan puisi lama tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat

1.   Menjelaskan pengertian puisi lama
2.      Contoh puisi lama
3.      Menulis puisi lama

4.      Memperhatikan cara pembacaan puisi lama

Puisi lama/Pantun atau parikan (Jawa).

Unsur Pembangun Puisi Lama:
1.   Diksi rumusan empat baris dan berirama (ab,ab):
            - setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata
            - baris 1-2 berupa sampiran, 3-4 isi
2.  Nilai-nilai berdasarkan kategori isinya: - pantun anak, pantun orang muda, pantun  orang tua, pantun jenaka, pantun teka-teki, pantun nasihat.
3.  Latar Belakang Kehidupan Masyarakat
Contoh:
 Ayo kawan tamasya ke kota Kenya
Kota Kenya sangatlah  jauh dari sini
Ayo kawan berbalas pantun adiwiyata
Supaya sertifikasi kita cair di bulan ini
  
Buah jagung dimasak bingka
Bingka basi ditukar dengan roti
Aku bingung harus berbuat apa
Akreditasi sangat memporsir tenaga ini

Puisi Lama

6.1  Menanggapi pembacaan puisi lama tentang lafal, intonasi, dan ekspresi yang tepat

1.   Menjelaskan pengertian puisi lama
2.      Contoh puisi lama
3.      Menulis puisi lama

4.      Memperhatikan cara pembacaan puisi lama

Puisi lama/Pantun atau parikan (Jawa).

Unsur Pembangun Puisi Lama:
1.   Diksi rumusan empat baris dan berirama (ab,ab):
            - setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata
            - baris 1-2 berupa sampiran, 3-4 isi
2.  Nilai-nilai berdasarkan kategori isinya: - pantun anak, pantun orang muda, pantun  orang tua, pantun jenaka, pantun teka-teki, pantun nasihat.
3.  Latar Belakang Kehidupan Masyarakat

BERPANTUN

1.      PANTUN JENAKA

Beli nanas bersama Jupe
Makan ketan dicampur kicak
Diklat Kurnas di hotel Fave
Dapat teman nan kocak-kocak

Dekat Monas ada polisi
Polisi jaga di kota banten
Diklat Kurnas baru sehari
Hati gundah karena kangen 

Awan hitam menutup matahari
Kakek abadi menjolok kelapa
Guru tak cukup ajarkan materi
Akhlak mulia pekerti jangan dilupa

Tumbuhlah subur si pohon waru
Tumbuh merana di kota mati
Saya bersyukur menjadi guru
Walau sederhana sorga menanti

4 TEKNIK MENULIS PUISI SERTA CONTOH

 1.   Puisi dengan Menentukan Kata Kunci (AKU BERMIMPI)

MIMPIKU
Aku bermimpi membelaimu sepanjang waktu
Aku bermimpi menggapai bintang bersama awan
Aku bermimpi awan melambai-lambai menyapaku
Aku bermimpi bersama awan terbang ke angkasa

Aku bermimpi jua tuk memilikimu sepanjang waktu
Aku bermimpi kau miliki aku sepenuh hati
Aku bermimpi meraih cinta sejati
Aku juga bermimpi miliki bidadari bersahaja penuh kehangatan
Aku bermimpi jadi insan kaya raya
Aku bermimpi bersama awan pula aku naik haji tanpa antre

Aku bermimpi memelukmu sepanjang usiaku
Aku bermimpi tuk bahagiakan ayah bunda hingga akhir masa
Akupun bermimpi bersama awan menghantar ayah bunda ke TanahSuci
Aku bermimpi bersamanya pula ku ke Tanah Suci tanpa antre

2.    Puisi  Model Akrostik (Nama Orang atau Benda tertentu)

Akrostikku

Lihatlah tatkala bintang menyapamu
Itulah pertanda saat keberuntungan bagimu
Saat kau menyanjungku penuh simpati
Tidaklah diriku jadi terlena
Ya...justru sanjunganmu menjadikan kalbu terpacu

Alangkah lucu hidupku tatkala  harus menjadi beban belahan jiwaku
Walau hanya seorang bidadari dari sang Bidadara dan bidadari keempat buah hati
Aku harus mampu membantu belahan jiwaku
Tuk jadikan buah hati jadi generasi pemimpin negeri tercinta
Indonesia raya,...agung, memesona nan JAYA

3.    Puisi Memasukkan Unsur Bunyi

TOKEN ITU

Tiiiit...tiiiit...tiiitt...tiiitt... tiiitt...
Saat kutertidur pulas
Mengapa kau selalu berisik mengganggu mimpi indahku
Tiitt...tiitt... tiitt.. tiitt...itu selalu kau suarakan ditelingaku
Hingga membuyarkan mimpi indahku

Cklek..... itulah yang aku lakukan karena suara berisikmu
Kutahan kantuk kubuka pintu itu
Demi mengisi kotak tokenmu
Hingga tidak berbunyi tiitt...tiitt.. lagi

Cklek....
kulanjutkan mimpi indahku... Eesstt....

Bersama desir angin sepoi membelai tidurku...
Heeerrr...kulanjut mimpi indah tanpa suaramu lagi

      4. Puisi (Mendeskripsikan Benda dengan Diri Sendiri/HP)
AKU IDOLA SEMUA INSAN

Terima kasih Ya Rabb...
Terima kasih Ya Rabb, Kau ciptakan aku bermanfaat bagi banyak insan
Karenaku mereka jadi lebih nyaman
Karenaku mereka dapat berbagi ilmu
Karenaku mereka jadi kreatif tak terkira

Tanpaku mereka tak mampu mendobrak benteng tebal pemisah itu
Tanpaku mereka tak mampu berbagi
Denganku mereka saling berbagi rasa nan melepas rindu

Denganku kau panggil-panggil kesayanganmu
Denganku kau panggil-panggil semua yang kau mau
Denganku kau selesaikan masalah itu

Tanpa harus bersua dengannya
kehadiranku mampu membuat mereka tertawa nan ceria
terkadang kehadiranku membuat banyak orang menjadi gila

karena gelak tawa tanpa bersua 

BELAJAR BERPUISI

Belajar menulis Puisi

Sebelum kita membuat sebuah puisi, maka terdapat langkah-langkah yang harus dipahami dan dikuasai. Langkah-langkah tersebut antara lain :
1.      Memilih tema puisi
2.      Membuat judul puisi
3.      Mengumpulkan kata-kata yang indah
4.      Menyusun kata- kata menjadi kalimat
5.      Mengoreksi puisi yang sudah jadi

A.     Memilih Tema Puisi
Tema Puisi adalah pokok masalah yang akan dibicarakan. Sebelum lebih jauh membuat puisi kita harus menentukan tema apa yang akan kita angkat, kita bahas dalam puisi itu. Banyak sekali tema- tema yang bisa kita gunakan untuk menyusun puisi misalnya tema tentang keindahan, tentang persahabatan, tentang perang, lingkungan, dan masih banyak lagi tema yang lainnya. Tema dalam puisi dapat kita peroleh melalui pengalaman pribadi, dapat juga dari pengamatan, atau dapat pula diperoleh dari hasil perenungan (imajinasi).
B.     Membuat Judul Puisi
Setelah tema sudah ditetapkan, langkah berikutnya adalah membuat judul. Antara judul dengan tema harus sesuai. Jangan sampai judul menyimpang dari isi tema puisi yang dibahas.
Manfaat judul puisi di antaranya yaitu:
a.       Sebagai gambaran sekilas tentang tema yang terdapat dalam puisi.
b.      Sebagai pembatas tema dalam sebuah puisi

C.     Mengumpulkan Kata-kata yang Indah
Keindahan puisi  terletak pada diksi kata-kata yang dipilih. Maka dari itu, ketika kita akan menulis puisi, harus pandai-pandai merangkai kata-kata yang indah. Kata – kata indah sering disebut kata puitis. Kata – kata puitis adalah kata  demi kata. Dengan diksi yang tepat, puisi akan  mempunyai nilai keindahan yang tinggi dan makna yang mendalam.

Ada 2 cara yang dapat digunakan dalam mengumpulkan kata-kata yang puitis, yaitu:
1.      Mencari sinonim suatu kata dalam memilih di antara kata-kata tersebut mana yang lebih  memiliki kessan yang indah.
2.      Membuat bahasa kiasan

D.     Menyusun Kata -kata Indah dalam Kalimat
Setelah kata-kata indah sudah diperoleh, selanjutnya adalah merangkai kata-kata tersebut sehingga menjadi kalimat yang indah. Jika kata-kata tersebut belum enak dibaca, maka dapat diubah. Keindahan puisi bukan hanya terletak pada kata- katanya, melainkan juga pada persajaknya.
E.     Mengoreksi Puisi yang Sudah Jadi
Ketika puisi yang telah selesai dibuat, maka tidak perlu terlebih dahulu bangga terhadap puisi yang telah selesai. Langkah terakhir yang harus ditempuh adalah mengoreksi puisi. 
Langkah-langkah mengoreksi puisi yang dapat dilakukan adalah :
1.      Membaca kembali secara berulang – ulang
2.      Mencari kata-kata yang kurang indah dan menggantinya dengan kata yang lebih indah
3.      Menilai puisi oleh orang lain
4.      Menerima kritikan dari orang lain, kalau itu memang demi kebaikan.