Minggu, 16 Oktober 2016

Menulis Surat Lamaran Pekerjaan


Menulis Surat Lamaran Pekerjaan

Berdasarkan isinya, surat lamaran pekerjaan adalah  surat yang berisi permohonan untuk bekerja di suatu tempat.
   
Ketentuan/ hal-hal yang harus diperhatikan al. :
a.  bentuk surat
b. bahasa yang baik dan benar
c.  tulisan bersih, rapi, mudah dibaca, sesuai kaidah ejaan
d. ukuran kertas folio (tulis tangan/kuarto (ketik)
e.  Bagian-bagian harus lengkap


Bagian/Komponen Surat Lamaran Pekerjaan
 a. tempat/tgl penulisan surat
      b. perihal
      c. lampiran
      d. alamat yang dituju
      e. salam pembuka
      f. isi surat
      g. salam penutup
      h. tanda tangan
       i. nama terang
       j. lampiran-lampiran

Hal-hal yang Perlu dilampirkan:
a. daftar riwayat hidup
b. fotokopi ijazah terakhir
c. sertifikat-sertifikat
d. SKKB
e. kartu pencari kerja/kartu kuning
f. pasfoto
g. dll. yang mendukung (sesuai permintaan lembaga/instansi)

Surat Lamaran Pekerjaan dapat diajukan berdasarkan:

1. Iklan, menggunakan pembuka sbb:
   a. Setelah membaca iklan yang dimuat
        dalam harian….. tanggal….yang isinya
        menyatakan bahwa….
    b. Dalam harian…. tanggal….saya mem-
        baca iklan yang menyatakan bahwa  PT
        …. membutuhkan…. Berkenaan dengan hal

        tersebut maka ……
2. Inisiatif Sendiri

Menulis Surat Dinas

4.2       Menulis surat dinas berdasarkan isi, bahasa, dan format yang baku
            1. Menjelaskan pengertian surat dinas
2. Menjelaskan unsur-unsur surat dan struktur penulisan
3. Menulis surat dinas
          
SURAT DINAS/RESMI

Surat dinas/resmi adalah jenis surat yang isinya ditujukan untuk kepentingan kedinasan (pemerintah/swasta)

Macam-macam Surat Dinas antara lain:
 Surat undangan
Pengantar
Pemberitahuan
Permohonan bantuan
Keterangan
Tugas
Edaran
Pernyataan
Pengumuman
Pengumuman
Peringatan
Peringatan
Ucapan terima kasih
Permohonan izin
Pemberian izin
Perintah kerja
Perjanjian kerja
Keputusan
Pengusulan
Susulan
Kuasa
Panggilan
Berita acara
Laporan
Rekomendasi
Penunjukan

BAGIAN-BAGIAN SURAT DINAS
1. kepala surat
2. nomor surat
3. tanggal surat
4. lampiran
5. perihal
6. alamat surat
7. salam pembuka
8. isi surat
9. pengirim surat
Isi Surat Dinas

  1. Alinea pembuka
  2. Alinea Isi
  3. Alinea Penutup
Syarat Bahasa Surat Dinas
a. Perhatikan gagasan setiap paragraf (dalam satu paragraf hanya ada satu ide/gagasan;
b. Struktur dan makna kalimat harus jelas/efektif;
c. Perhatikan penggunaan tanda baca.


Menulis Resensi

4.4     Menulis Resensi Buku Pengetahuan Berdasarkan Format Baku
a. Pengertian resensi
b. Unsur-unsur resensi
c. Laporan Buku (Resensi) atau Penilaian terhadap Kelebihan dan Kelemahan sebuah Buku

Komponen Laporan Buku/Resensi: 
1. judul buku;
2.pengarang;
3.penerbit;
4.tahun terbit;
5.tebal buku;
6.pelaku dan perwatakan (KARYA FIKSI)
7.sinopsis (FIKSI) /ikhtisar (KARYA  ILMIAH/NONFIKSI
8. analisis letak kelebihan dan kelemahan/keunikan

Hal yang Perlu diperhatikan dalam Menulis sebuah Resensi
1. Bagian identitas buku (judul, penulis/editor, penerbit, tebal buku
2. Bagian isi buku :
            a. tujuan penulisan buku
            b. isi umum
            c. penilaian buku:
                        -kelebihan dan kekurangan buku
                        - perbandingan dengan buku lain yang sejenis

3. Bagian simpulan dan saran tentang buku

Jumat, 14 Oktober 2016

Menulis Esai

Menulis Esai

Esai karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esais.

Berdasarkan sifatnya, esai ada dua jenis yakni esai informal dan formal.

Esai informal menggunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan saya dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembacanya.  Esai formal pendekatannya serius.Pengarang menggunakan semua persyaratan penulisan. 

JENIS ESAI (ditinjau dari Aspek Isi)
1. Esai Deskriptif.
            Esai jenis ini dapat meluliskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Ia bisa mendeskripsikan sebuah rumah, sepatu, tempat rekreasi dan sebagainya.
2. Esai Tajuk.
            Esai jenis ini dapat dilihat dalam surat kabar dan majalah. Esai ini mempunyai satu fungsi khusus, yaitu menggambarkan pandangan dan sikap surat kabar/majalah tersebut terhadap satu topik dan isu dalam masyarakat. Dengan Esai tajuk, surat kabar tersebut membentuk opini pembaca. Tajuk surat kabar tidak perlu disertai dengan nama penulis.
3. Esai Cukilan Watak. Esai ini memperbolehkan seorang penulis membeberkan beberapa segi dari kehidupan individual seseorang kepada para pembaca. Lewat cukilan watak itu pembaca dapat mengetahui sikap penulis terhadap tipe pribadi yang dibeberkan. Di sini penulis tidak menuliskan biografi. Ia hanya memilih bagian-bagian yang utama dari kehidupan dan watak pribadi tersebut.
4. Esai Pribadi, hampir sama dengan esai cukilan watak. Akan tetapi, esai pribadi ditulis sendiri oleh pribadi tersebut tentang dirinya sendiri. Penulis akan menyatakan Saya adalah saya. Saya akan menceritakan kepada saudara hidup saya dan pandangan saya tentang hidup. Ia membuka tabir tentang dirinya sendiri.
5. Esai Reflektif. Esai reflektif ditulis secara formal dengan nada serius. Penulis mengungkapkan dengan dalam, sungguh-sungguh, dan hati-hati beberapa topik yang penting berhubungan dengan hidup, misalnya kematian, politik, pendidikan, dan hakikat manusiawi. Esai ini ditujukan kepada para cendekiawan.
6. Esai Kritik. Dalam esai kritik penulis memusatkan diri pada uraian tentang seni, misalnya, lukisan, tarian, pahat, patung, teater, kesusastraan. Esai kritik bisa ditulis tentang seni tradisional, pekerjaan seorang seniman pada masa lampau, tentang seni kontemporer. Esai ini membangkitkan kesadaran pembaca tentang pikiran dan perasaan penulis tentang karya seni. 
Kritik yang menyangkut karya sastra disebut kritik sastra.

BAGIAN-BAGIAN ESAI
Pertama, pendahuluan;
             Pendahuluan berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut.
Kedua, tubuh esai;
             Bagian tubuh esai menyajikan seluruh informasi tentang subyek.
Ketiga, bagian akhir;
            Bagian akhir esai berupa simpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek yang dinilai oleh si penulis.

Ciri-ciri Esai
a. Berbentuk prosa, artinya dalam bentuk komunikasi biasa, menghindarkan penggunaan bahasa dan    ungkapan figuratif.
b. Singkat, maksudnya dapat dibaca dengan santai dalam waktu dua jam. Memiliki gaya pembeda. Seorang penulis esai yang baik akan membawa ciri dan gaya yang khas, yang membedakan tulisannya dengan gaya penulis lain.
c. Selalu tidak utuh, artinya penulis memilih segi-segi yang penting dan menarik dari objek dan subjek yang hendak ditulis.
d. Penulis memilih aspek tertentu saja untuk disampaikan kepada para pembaca.
e.  Memenuhi keutuhan penulisan. Walaupun esai adalah tulisan yang tidak utuh, namun harus        memiliki kesatuan, dan memenuhi syarat-syarat penulisan, mulai dari pendahuluan, pengembangan      sampai ke pengakhiran.
f. Di dalamnya terdapat koherensi dan kesimpulan yang logis.
g. Penulis harus mengemukakan argumennya dan tidak membiarkan pembaca tergantung di awang-    awang.
h. Mempunyai nada pribadi atau bersifat personal, yang membedakan esai dengan jenis karya sastra yang lain adalah ciri personal.
i.  Ciri personal dalam penulisan esai adalah pengungkapan penulis sendiri tentang kediriannya, pandangannya, sikapnya, pikirannya, dan dugaannya kepada pembaca.

Langkah-langkah Pembuatan Esai
1. Menentukan tema atau topik Membuat outline atau garis besar ide-ide yang akan dibahas
2.  Menuliskan pendapat sebagai penulis dengan kalimat yang singkat dan jelas
3. Menulis tubuh esai; memulai dengan memilah poin-poin penting yang akan dibahas,
4. Membuat beberapa subtema pembahasan
5. Mengembangkan subtema yang telah dibuat sebelumnya.
6. Membuat paragraf pertama yang sifatnya sebagai pendahuluan (alasan atau latar belakang alasan         kita menulis esai)
7. Menuliskan simpulan (untuk membentuk opini pembaca)
8. Memberikan sentuhan akhir pada tulisan agar pembaca merasa bisa mengambil manfaat dari apa        yang ditulis tersebut dengan mudah dan sistematis sehingga membentuk kerangka berpikir secara        utuh.

Cara mengembangkan Kerangka Karangan Esai
1. Mulailah dengan sebuah definisi;
2. Kembangkan karangan dengan deskripsi situasi;
3. Masukan pandangan seorang ahli;
4. Buatlah kalimat-kalimat tunggal dan kalimat majemuk setara atau bertingkat dengan struktur yang     sederhana;
5. Untuk memudahkan menguraikan paragraf gunakan paragaraf-paragraf deduktif;

Contoh kumpulan buku esai sastra yang bisa dijadikan referensi adalah,
a. Menjadi Manusia karya Yakob Sumarjo;
b. Si Parasit Lajang karya Ayu Utami;
c. Obsesi Perempuan Berkumis karya Budi Darma.

Senin, 10 Oktober 2016

Menentukan Ide Pokok dan Kalimat Utama

3.1 Menemukan Ide Pokok dan Permasalahan dalam Artikel melalui Kegiatan Membaca Intensif
   Menjelaskan  pengertian ide pokok dan cara menemukannya dalam paragraf

 Ciri-ciri Ide Pokok:
a. berupa pernyataan yang paling penting
b. berupa hasil simpulan dari setiap paragraf
c. hanya ada satu dalam setiap paragraf
d. bersifat implist

Ciri-ciri Kalimat Utama:
a. berada di awal atau akhir paragraf
b. terlihat secara eksplisit
c. berisi masalah yang berisifat umum

Cara Menentukan Tema Wacana
a. baca judul  wacana
b. baca paragraf demi paragraf
c. menyimpulkan secara umum isi wacana

Grafik merupakan visualisasi tabel. Tabel yang berupa angka-angka dapat disajikan/ditampilkan ke dalam bentuk gambar yang disebut grafik.
Ada bermacam-macam bentuk grafik, antara lain; grafik batang, grafik garis, dan grafik lingkaran. Dari tabel yang sama dapat dibuat menjadi bermacam-macam bentuk grafik tersebut. Namun, bentuk grafik biasanya dipilih sesuai aspek yang akan ditonjolkan.

Keterangan:
Ide Pokok Paragraf I : Tabel dapat divisualisasikan menjadi bentuk  grafik/sebaliknya.
                 Paragraf II : Bermacam-macam jenis grafik         
 Kalimat bercetak miring    : Kalimat utama